16 Komentar

Prajurit PATANGPULUH Kraton Yogyakarta


Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah kraton dengan sejarah panjang dan peninggalan peninggalan berharga yang menjadi daya tarik bagi turis yang datang ke Yogyakarta.

Salah satu nama yang mencuat ketika membicarakan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kesatuan Prajurit Patangpuluh. Pada awalnya prajurit kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibentuk pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I sekitar abad 17. Tepatnya pada tahun 1755 Masehi.

Prajurit yang terdiri atas pasukan-pasukan infanteri dan kavaleri tersebut sudah mempergunakan senjata-senjata api yang berupa bedil dan meriam. Selama kurang lebih setengah abad prajurit Ngayogyakarta Hadiningrat terkenal cukup kuat, ini terbukti ketika Hamengkubuwono II mengadakan perlawanan bersenjata menghadapi serbuan dari pasukan Inggris dibawah pimpinan Jenderal Gillespie pada bulan Juni 1812.

Di dalam Babad menceritakan bahwa perlawanan dari pihak Hamengkubuwono II hebat sekali. Namun semenjak masa Pemerintahan Hamengkubuwono III kompeni Inggris membubarkan angkatan perang Kasultanan Yogykarta. Dalam perjanjian 2 Oktober 1813 yang ditandatangani oleh Sultan Hamengkubuwono III dan Raffles, dituliskan bahwa Kesultanan Yogyakarta tidak dibenarkan memiliki angkatan bersenjata yang kuat.

Dibawah pengawasan Pemerintahan Kompeni Inggris, keraton hanya boleh memiliki kesatuan-kesatuan bersenjata yang lemah dengan pembatasan jumlah personil. Sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan gerakan militer. Maka sejak itu fungsi kesatuan-kesatuan bersenjata sebatas sebagai pengawal sultan dan penjaga keraton.

Salah satu kesatuan prajurit yang terkenal adalah prajurit patangpuluh yang mana 40 orang prajurit Patangpuluh ini mempunyai nama depan “Hima” yang terdiri dari 2 Panji Parentah dan Panji Andhahan, 2 Sersan, Panji pembawa bendera dan prajurit-prajurit yang membawa senjata api dan tombak dengan mengenakan seragam berupa singkepan dengan motif lurik khas patangpuluh, celana endek merah diluar dilapisi celana panjang putih, rompi warna merah, sepatu lars hitam dan topi sonkok hitam.

Panji prajurit Patangpuluh adalah Cakragora yang berbentuk  empat persegi panjang berwarna dasar hitam, di tengahnya terdapat bintang segi enam warna merah dengan waosan bernama Kanjeng Kyai Trisula yang dhapurnya benama Trisula Carangsoka atau Daramanggala. Cakragora berasal dari bahasa Sansekerta cakra adalah senjata berbentuk roda gerigi dan gora yang berarti dahsyat dan menakutkan. Secara filosofis bermakna ptajurit yang mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, sehingga segala musuh seperti apapun akan terkalahkan :D.

Bregada patangpuluh dilengkapi dengan alat musik 1 slompret bernama Himaberdangga, 2 tambur bernama Himapenambur dan Himatenegara serta 2 seruling bernama Himapengrawit dan Himapermuni yang melantunkan lagu Gendera untuk mars lambat dan mars Bulu-bulu untuk langkah cepat. Sebagai ujung tombak atau prajurit andalan Keraton Kasultanan  Yogyakarta, Bregada Patangpuluh ini berada dilapisan ketiga pasukan lainnya yang bertugas sebagai penyerang utama menghadapi musuh.

Prajurit Patangpuluh jarang sekali keluar, dan hanya akan keluar jika memang Sultan memutuskan untuk keluar. Itulah sebabnya kenapa ada daerah di kota Jogja ini yg dinamakan “Patangpuluhan”. Nama itu memang sengaja diambil utk daerah tsb karena memang prajurit Patangpuluh dulu bermarkas disana.

sumber :

  1. krjogja.com
  2. tembi.org
About these ads

16 comments on “Prajurit PATANGPULUH Kraton Yogyakarta

  1. jika hendak mencari saudara kakek saya yang dulu jadi prajurit keraton jogyakarta lewat dokumen keparjuritan keraton apa masih bisa?

  2. tambah info saja, kebetulan saya orang Patangpuluhan :D, para prajurit tersebut mempunyai nama Hima (Himo) makanya kalo yg punya kakek dengan nama awal Himo maka bisa dipastikan itu adalah keturunan dari prajurit patangpuluh dan mereka penduduk asli Patangpuluhan :D

  3. menanggapi pesan mas eko deto.
    Kurang gagah bagaimana mas? klo prajurit kraton ngayogyokarto hadiningrat ya seperti itu klo gagah2 an ya lihat satpol pp atao pas pampres mas.
    di kraton jogja ga ada kata pensiun dari prajurit, meski usia sudah lanjut klo yang bersangkutan masih bersedia ya tetep diikutkan.

  4. huww… makasih infonya…

  5. kesannya kok kurang gagah ya?

  6. belum pernah lihat langsung sosok prajurit kraton. enak dipandang, tapi kesannya kok kurang gagah ya?

  7. sebagai penduduk baru jogja, dan penggemar baru sejarah, saya matur nuwun menemukan informasi ini.
    nuwun…

  8. makasih infonya,, baru tahu saya kalau ada 40 prajurit keraton jogja

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: