1 Komentar

Mahatma Gandhi


gandhiMohandas Karamchand Gandhi adalah pemimpin politik dan spiritual paling terkemuka pada abad kedua puluh. Ia disebut Mahatma (Jiwa Besar). Albert Einstein berkata tentang Gandhi, “Generasi-generasi yang akan datang akan sulit percaya bahwa seorang seperti ini pernah berjalan di muka bumi ini dalam daging dan darah.” Ambisinya, kata Gandhi adalah “menghapus setiap air mata dari setiap mata.” Sekalipun bukan pemikir besar orisinal, dia mengumpulkan ide-ide dari semua tradisi agama, khususnya agama Hindu, dan membentuk satu philsafat hidup yang unik dan kuat (forsefull) Hidupnya adalah perwujudan dari philsafatnya. pencapaiannya yang terbesar adalah penciptaan satu alat untuk aksi sosial , yaitu satyagraha, juga dikenal sebagai ketidak-patuhan sipil.

Gandhi lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di Porbandar, India. Orang tuanya berasal dari warna pedagang (vaishya). Ayahnya adalah seorang menteri pada sebuah kerajaan kecil. Orang tuanya merupakan penganut Waisnawa.

Gandhi adalah seorang anak serius dan pemalu. Bahkan sebagai anak-anak ia melawan godaan untuk menipu dan berbohong. Ia terpengaruh secara mendalam oleh sebuah drama, Harishchandra, dimana seorang pemain utama, mempertahankan kebenaran dan kejujuran (integritasnya) menghadapi penderitaan yang sangat berat. Mengikuti kebenaran adalah satu cita-cita yang memberi inspirasi Gandhi muda.

Ketika Gandhi berusia tiga belas tahun, dia dikawinkan dengan Kasturba, seorang gadis yang berusia sama. Orang tua mereka mengatur perkawinan itu sesuai dengan adat kebiasaan. Keluarga Gandhi memiliki empat anak dan sebuah perkawinan yang berbahagia.

Ketika Gandhi berusia lima belas tahun, dia mencuri emas untuk membantu kakak laki-laki. Hati nurani amat tersiksa, ia membuat pengakuan penuh secara tertulis. Dia memiliki keberanian untuk menerima penderitaan. Ayahnya, setelah membaca pengakuan itu, menangis dan memaafkannya. Inilah pelajaran Gandhi yang pertama mengenai kekuatan dari kebenaran untuk membangkitkan cinta dan kekutan dari cinta untuk membentuk hati.

Pada usia sembilan belas tahun, Gandhi pergi ke Inggris untuk kuliah hukum. Sebelum meninggalkan India, ia bersumpah kepada ibunya bahwa ia tidak akan menyentuh, wanita, anggur dan daging. Adalah di London Gandhi mulai mengembangkan filsafat hidupnya. Dia menemukan dasar rasional dari sikap vegetarian yang dilakukannya secara naluri. Dia mempelajari Perjanjian Baru, ajaran-ajaran Buddha, dan Bagawad Gita.

Dia berkata, “Pikiran mudaku mencoba untuk menyatukan ajaran-ajaran dari Gita, Cahaya Asia (Buddha) dan Kotbah di Bukit. Bahwa renunsiasi adalah bentuk tertinggi dari agama yang amat menarik hati saya”.

Ia kembali ke India tahun 1891 untuk praktek hukum, tapi sebagai pengacara suksesnya kecil saja. Ia terlalu pemalu sebagai pengacara yang pantas.  Ia menyadari bahwa tugas utama dari seorang pengacara adalah mempersatukan para pihak yang pecah. Gandhi mengembangkan dan menerapkan metode tentang kebenaran dan ahimsa (non-kekerasan) pada praktek hukum.

Gandhi pergi ke Afrika Selatan pada tahun 1893 sebagai pengacara. Di sanalah percobaan-percobaan Gandhi dengan hidupnya membuahkan hasil. Ia belajar secara luas. “The Kingdom of God is Within You” karangan Tolstoy, “Unto This Last” karangan Ruskin dan Bhagawad Gita adalah tiga buku yang memiliki pengaruh kuat atas pemikiran Gandhi.

Ketika menjadi korban dari ketidak-adilan di Afrika Selatan, Gandhi menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya. Secara tradisional ada dua jalan untuk menghadapi ketidak-adilan : anda terus menjadi korban atau anda melawannya dengan kekerasan. Sifat etiknya tidak mengijinkannya melakukan pilihan pasif. Ketidak-adilan merusak jiwa, baik si korban maupun si pelaku ketidak-adilan itu. Maka adalah dua kali salah untuk tidak melakukan apapun. memeranginya dengan kekerasan bukan pula jalan keluarnya. Kekerasan melahirkan kekerasan. Gandhi mencari jalan ketiga. Tiga nilai-nilai dasarnya, kebenaran, ahimsa dan tapasya, digabungkan dalam jawabannya, yang ia sebut satyagraha. Ide dasarnya adalah untuk mengakhiri ketidak-adilan dengan merobah hati si pelaku ketidak-adilan dengan membangkitkan, melalui cinta dan penderitaan-diri, rasa keadilan si pelaku tersebut.

Dalam satyagraha, Gandhi telah menunjukkan kepada dunia satu bentuk baru dari penyelesaian konflik yang dapat diterapkan dalam konflik antar bangsa, antara minoritas yang tertindas dan pemerintah mereka, antara kelompok-kelompok sosial dan bahkan antara individu-individu. Ini adalah jalan yang sulit untuk diikuti, tapi merupakan satu-satunya jalan yang dapat menghasilkan pemecahan abadi.

Gerakan-gerakan satyagraha Gandhi di Afrika Selatan adalah peristiwa-peristiwa kepeloporan untuk menunjukkan jalan bagi orang lain. Suksesnya meratakan jalan bagi kembalinya Gandhi ke India dalam tahun 1915. Dalam lima tahun, dia menjadi pemimpin dari gerakan kemerdekaan India.

Pada tahun 1917, Gandhi memimpin satu gerakan satyagraha di Champaran, yang menghasilkan penghapusan keadaan buruk pada para petani nila. Pada tahun 1918, Gandhi memimpin satu gerakan satyagraha di Ahmedabad atas nama para pekerja tekstil. Dia memimpin tiga gerakan satyagraha besar melawan pemerintahan Inggris di India : (1) gerakan tanpa-kerjasama (non-cooperation 1920-22), sebagai jawaban atas Pembunuhan di Jalianwallah; (2) gerakan tahun 1930-32, yang mulai dengan perjalanan panjang garam (salt march) yang terkenal; dan (3) gerakan Tinggalkan India (Quit India 1940-42). Dia telah dipenjarakan tiga kali dan menghabiskan tujuh tahun di penjara untuk kegiatan politik. Gerakan-gerakan satyagrahanya membangkitkan kesadaran dari rakyat India dan membuat Pemerintahan Inggris semakin goyah, baik secara moral maupun secara phisik. Akhirnya Inggris terpaksa memberikan India kemerdekaan pada tahun 1947.

Terima kasih kepada ajaran Gandhi tentang ahimsa (non-kekerasan), Inggris dan India melaksanakan pengalihan kekuasaan secara paling bersahabat dari si penjajah kepada yang terjajah dalam sejarah manusia.

Sekalipun Gandhi menjadi terkenal untuk aksi-aksi sosial yang luas, dia sesungguhnya, lebih terlibat dalam pengembangan diri secara individu. Ia mencita-citakan sarvodaya, pengejawantahan diri bagi setiap orang. Tiada hentinya ia melakukan percobaan dengan kesehatan, menu makanan, pengekangan seksual, dan kehidupan bersama. Ia mendirikan beberapa ashram, tempat di mana orang-orang hidup dalam kesederhanaan sukarela dalam mengejar penggejawantahan diri. Ia mengumpulkan lelaki dan wanita dari berbagai agama dan kasta dan mendorong mereka hidup dalam kesederajatan dan dalam kesederhanaan. Setiap orang diharapkan untuk melakukan pekerjaan phisik. Binatang juga disertakan dalam kehidupan masyarakat itu.

Ashram-ashram Gandhi menyediakan model bagi satu hidup yang ideal. Makanan, pakaian, praktek kesehatan – setiap aspek dari hidup harus menjadi alat penting dalam meningkatkan tanpa-keakuan. Kerja phisik menjadi disiplin yang perlu. Kesederajatan dan cinta harus menjadi norma. seorang manusia yang hidup dengan cara Gandhi harus mengulurkan tangan kepada masyarakatnya dan menyampaikan nilai-nilai yang sama tidak dengan kotbah tetapi dengan menyediakan satu contoh hidup.

Ide-ide ekonomi Gandhi tidak ortodok (unorthodox) dan disalah mengerti secara luas. Gandhi sama sekali tidak anti-industrialisasi, tapi ia menentang ekspansi ekonomi yang tidak terkendali. Dia melihat dengan sangat jelas bahwa pemikiran ekonomi modern dalam pengejaran secara terburu-buru standar kehidupan material yang semakin tinggi, telah melupakan nilai-nilai kemanusiaan yang mengandung makna lebih banyak dari pada kemakmuran material. Sesungguhnya, kemakmuran material bisa menjadi halangan bagi pengejawantahan diri. Gandhi yakin, dan untuk alasan yang baik, bahwa manusia modern sedang menuju kepada kehancuran. Ia berusaha keras untuk meyakinkan kita untuk mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakan ekonomi kita. Ia percaya bahwa kecil itu indah dan bahwa para ahli ekonomi harus mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan. Kebijakan ekonomi harus, pertama-tama, menjamin bahwa tidak seorangpun di dunia ini kelaparan atau menjadi tunawisma. Kehadiran bersama dari orang kaya dan orang miskin adalah suatu penghinaan. Karena itu dia bekerja untuk menciptakan industri rumah tangga dan koperasi di desa-desa India.

Jantra pemintal adalah simbol dari kesederhanaan dan ketahanan diri secara sukarela. Sekalipun ia berjuang bagi kesederajatan ekonomi, ia juga menentang welfarisme (suatu paham kenegaraan dimana warga yang tidak bekerja diberi tunjangan hidup). Tiada seorangpun yang berbadan sehat harus hidup dari sumbangan; setiap orang harus memperoleh makanan mereka dengan keringatnya. Tapi ia tidak percaya dengan penyitaan kekayaan dari orang kaya – karena itu adalah kekerasan, bukan ahimsa. Demikianlah ia mengembangkan teori Perwalian (Trusteeship), yaitu, orang kaya harus bertindak sebagai wali dari kekayaan mereka, yang harus mereka gunakan untuk perbaikan sosial.

Secara politik, ia percaya pada desentralisasi kekuasaan. Dasar dari kekuatan politik harus kelompok-kelompok masyarakat kecil mengikuti model panchayat dari desa India tradisional. Negara harus memiliki kekuasaan minimal konsisten dengan tujuan sarvodaya, pengejawantahan diri universal. Ahimsa harus mengatur semua hubungan-hubungan politik.

Gandhi adalah penjelmaan dari tanpa-kekerasan, kesederhanaan sukarela, dan toleransi. Dalam dunia yang meledak dengan kekerasan, dihipnotis oleh kerumitan, dikagetkan oleh ketiadaan toleransi, hidupnya adalah mercu-suar harapan. Tehnik satyagrahanya adalah hadiah yang tak ternilai harganya bagi kemanusiaan. Kemanusiaan hanya akan diselamatkan bila lebih banyak pemimpin dapat berkata bersama Gandhi, “Semua kegiatan saya muncul dari kecintaan saya pada kemanusiaan yang tak terpuaskan.”

One comment on “Mahatma Gandhi

  1. The Art Of War…

    …A post I read a while ago over at…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: