menjawab teka-teki albert einstein

TEKA TEKI EINSTEIN

Menurut Einstein, 98 % penduduk bumi tidak bisa menjawab teka teki ini,
untuk menakar kemampuan IQ anda silahkan coba jawab TEKA TEKI EINSTEIN
dibawah ini :
1.Teka-teki ini tidak mengandung trik, hanya murni logika.
2.Ada lima buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda.
3.Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaaan yang
berbeda-beda.
4.Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu, merokok satu
merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.
5.Tak satupun dari kelima orang itu yang minum minuman yang sama, merokok satu merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.
PERTANYAAN: Siapakah Yang memelihara IKAN?
PETUNJUK:

1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah

2. Orang Swedia memelihara anjing

3. Orang Denmark senang minum teh

4. Rumah berwarna putih terletak tepat disebelah kiri    rumah berwarna coklat

5. Penghuni rumah berwarna putih senang minum kopi

6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung

7. Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu

8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill

9. Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama

10. Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing

11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill

12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir

13. Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia

14. Orang Jerman merokok Rothmans

15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Albert Einstein menyusun teka-teki ini pada abad lalu.
Dia menyatakan, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
Apakah anda termasuk yang 2%?

plis jangan gampang menyerah, sebab sayapun membutuhkan waktu 2 jam untuk menemukan jawabannya dengan cara saya sendiri, caranya seperti ini : Baca lebih lanjut

Che Guevara

Benicio-CheGuevara-may-03Ernesto Guevara Lynch de La Serna (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 wafat di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba.

Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akta kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928.

Masa kecil

Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering, yaitu daerah Alta Gracia (Córdoba) namun kesehatannya tidak membaik. Pendidikan dasar ia dapatkan di rumah sebagian dari ibunya, Celia de la Serna. Pada usianya yang begitu muda, Che Guevara telah menjadi seorang pembaca yang lahap. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Memasuki sekolah menegah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes (Córdoba). Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga. Di rumahnya, Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang saudara Spanyol, juga oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini memuncak di bawah pemerintahan diktator fasis kiri, Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara. Berbagai peristiwa tertanam kuat dalam diri Guevara, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomim yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya. Maka muncul pulalah kebenciannya akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan terutama kepada dolar Amerika Serikat ,yang dianggap sebagai lambang kapitalisme.
Baca lebih lanjut

Tan Malaka 2

tan-malaka 2Di antara para Pahlawan Kemerdekaan Nasional (SK Presiden RI No 53/ 1963) Tan Malaka tetap diliputi suasana angker. Hanya sedikit orang yang betul-betul mengenalnya. Selama 20 tahun ia terpaksa merantau di luar negeri dan selama hampir tiga tahun menghuni pelbagai rumah tahanan RI. Ia banyak didesas-desuskan. Hanya sekali-sekali ia muncul ke depan, seperti di
kongres Purwokerto Januari 1946 di mana dibentuk Persatuan Perjuangan. Partai Murba yang didirikan oleh kawan-kawan mudanya yang paling akrab tidak dimasukinya. Namun, ada yang menganggapnya sebagai satu-satunya sosok sepadan bobotnya dengan Soekarno.
Tan Malaka lahir 1897 di Suliki, Sumatera Barat, sekolah selama enam tahun di Belanda, 1921 di Semarang masuk dalam pimpinan Partai Komunis Indonesia, dan hanya setahun kemudian diusir Belanda. Semula ia menjadi wakil Komintern (Asosiasi Komunis Internasional) di Asia Timur.

Tahun 1926 Tan Malaka ke luar dari PKI karena mereka mempersalahkannya atas kegagalan revolusi 1926 yang memang ditentangnya sebagai avonturisme. Dengan Komintern pun hubungannya putus, dan sejak itu ia betul-betul berjalan sendiri. Tahun 1942 teman-temannya menyelundupkannya kembali ke Tanah Air. Semula ia tinggal, selalu
dengan nama samaran dan tidak diketahui oleh siapa pun, di Cililitan, tempat ia menulis buku klasiknya Madilog. Tahun 1943, ia menjadi buruh di Banten. Sesudah Proklamasi Subarjo memperkenalkannya kembali ke Jakarta. Pada bulan September 1945 terjadi pertemuan misterius Tan Malaka dengan Soekarno di mana Soekarno dilaporkan mengatakan bahwa “apabila terjadi
sesuatu denganku, kamu yang mengambil alih pimpinan revolusi.” Dengan semboyan “merdeka 100 persen” dan “massa aksi” Tan Malaka semakin keras menentang usaha diplomasi pemerintah Sjahrir. Aksi itu memuncak dalam pembentukan Persatuan Perjuangan yang dimasuki oleh 141 organisasi politik dan sosial. Namun ternyata dukungan terhadap Tan Malaka tidak tangguh. Sejak akhir Maret 1946 ia ditahan. Ia kemudian dituduh mendalangi penculikan PM Sjahrir tanggal 3 Juli di Solo. Namun pemerintah tak pernah berani menghadapkannya ke pengadilan. Baru pada puncak peristiwa Madiun, bulan September 1948, pemerintah Hatta melepaskannya. Sesudah Pemerintahan RI ditangkap Belanda (9 Desember 1948), Tan Malaka mempermaklumkan perlawanan total terhadap Belanda. Hal mana tidak berkenan di pimpinan TNI. Akhir Maret 1949 ia ditangkap dan tanggal 16 April ia begitu saja dieksekusi.
Baca lebih lanjut

Tan Malaka 1

tan_malaka 1Tan Malaka atau Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 – wafat Jawa Timur, 21 Februari 1949) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.

Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan komunis, ia juga sering terlibat konflik dengan kepemimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai “Pahlawan revolusi nasional” melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963. Baca lebih lanjut

Mahatma Gandhi

gandhiMohandas Karamchand Gandhi adalah pemimpin politik dan spiritual paling terkemuka pada abad kedua puluh. Ia disebut Mahatma (Jiwa Besar). Albert Einstein berkata tentang Gandhi, “Generasi-generasi yang akan datang akan sulit percaya bahwa seorang seperti ini pernah berjalan di muka bumi ini dalam daging dan darah.” Ambisinya, kata Gandhi adalah “menghapus setiap air mata dari setiap mata.” Sekalipun bukan pemikir besar orisinal, dia mengumpulkan ide-ide dari semua tradisi agama, khususnya agama Hindu, dan membentuk satu philsafat hidup yang unik dan kuat (forsefull) Hidupnya adalah perwujudan dari philsafatnya. pencapaiannya yang terbesar adalah penciptaan satu alat untuk aksi sosial , yaitu satyagraha, juga dikenal sebagai ketidak-patuhan sipil.

Gandhi lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di Porbandar, India. Orang tuanya berasal dari warna pedagang (vaishya). Ayahnya adalah seorang menteri pada sebuah kerajaan kecil. Orang tuanya merupakan penganut Waisnawa.

Gandhi adalah seorang anak serius dan pemalu. Bahkan sebagai anak-anak ia melawan godaan untuk menipu dan berbohong. Ia terpengaruh secara mendalam oleh sebuah drama, Harishchandra, dimana seorang pemain utama, mempertahankan kebenaran dan kejujuran (integritasnya) menghadapi penderitaan yang sangat berat. Mengikuti kebenaran adalah satu cita-cita yang memberi inspirasi Gandhi muda.

Ketika Gandhi berusia tiga belas tahun, dia dikawinkan dengan Kasturba, seorang gadis yang berusia sama. Orang tua mereka mengatur perkawinan itu sesuai dengan adat kebiasaan. Keluarga Gandhi memiliki empat anak dan sebuah perkawinan yang berbahagia.
Baca lebih lanjut

Panglima Besar Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman (1916-1950)

JenderalSoedirmanJenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Baca lebih lanjut

Isaac Newton

IsaacNewtonIsaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal.

Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ.

Pada umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia. Baca lebih lanjut