Perjalanan Santai ke Sendang Gile dan Tiu Kelep Bagian Pertama

Memiliki tujuan di akhir perjalanan adalah sesuatu yang bagus; tapi pada akhirnya, yang penting adalah perjalanannya.

Ernest Hemingway

 

air tejun sendang gile

Penduduk bumi sepakat kalau negara Indonesia punya sangat banyak pesona alam yang indah, ada gunung, laut, pantai, air terjun, dan lain lain.

Salah satunya ada di pulau lombok nusa tenggara barat yaitu air terjun sendang gile dan tiu kelep.

Dalam artikel ini penulis ingin sedikit berbagi pengalaman yang mengesankan saat berpetualang ke air terjun sendang gile dan tiu kelep di lombok nusa tenggara barat.

Berlokasi di desa Senaru kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara. Senaru juga dikenal secara luas sebagai trek pendakian gunung Rinjani.

Jalur pesisir barat lombok menjadi pilihan rute saya kali ini. Melewati pantai Senggigi, pantai nipah dan bukit Malimbu hanya butuh waktu kurang dari 3 (tiga) jam dari Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya menuju Senaru.

Tujuan Pertama adalah Air Terjun Sendang Gile, lokasinya menurun menggunakan anak tangga yang memakan waktu sekitar 20 (dua puluh) menit sampai ke tujuan.

anak tangga sendang gile

Sampai di tujuan mata disuguhkan pemandangan air terjun kembar bertingkat dengan ketinggian sekitar 30 (tiga puluh) meter. Tebingnya dipenuhi tumbuhan hijau, airnya yang dingin kemungkinan berasal dari danau Segara Anak Gunung Rinjani. Banyak wisatawan mencoba sensasi mandi tepat dibawah

terpaan airnya yang cukup keras.

tiu_keleptiu_kelep_air_terjun

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis berkunjung ke air terjun sendang gile di hari minggu, hari dimana sedang banyak wisatawan berkunjung.

sendang gile water fall

Sekian dari penulis mengenai artikel Perjalanan Santai ke Sendang Gile dan Tiu Kelep Bagian pertama, artikel bagian ke dua akan segera penulis buat.

Prajurit PATANGPULUH Kraton Yogyakarta

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah kraton dengan sejarah panjang dan peninggalan peninggalan berharga yang menjadi daya tarik bagi turis yang datang ke Yogyakarta.

Salah satu nama yang mencuat ketika membicarakan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kesatuan Prajurit Patangpuluh. Pada awalnya prajurit kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibentuk pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I sekitar abad 17. Tepatnya pada tahun 1755 Masehi.

Prajurit yang terdiri atas pasukan-pasukan infanteri dan kavaleri tersebut sudah mempergunakan senjata-senjata api yang berupa bedil dan meriam. Selama kurang lebih setengah abad prajurit Ngayogyakarta Hadiningrat terkenal cukup kuat, ini terbukti ketika Hamengkubuwono II mengadakan perlawanan bersenjata menghadapi serbuan dari pasukan Inggris dibawah pimpinan Jenderal Gillespie pada bulan Juni 1812. Baca lebih lanjut

SITUS ALAM GUNUNG SUNDA

”SITUS ALAM GUNUNG SUNDA” begitulah tulisan yang saya lihat pada sebuah batu besar, ketika saya bersama para xentaler berniat hang – out di gunung burangrang.

kami memang tidak tahu jalan dari jakarta menuju gunung burangrang, namun seorang dari kami yakin bahwa gunung burangrang dapat ditembus melalui curug cijalu di desa cipancar. Karena waktu libur yang mepet kamipun memutuskan untuk pergi ke curug cijalu untuk menuju gunung burangrang.

kami sempat beristirahat semalam di areal curuk cijalu, banyak wisatawan lokal yang datang ke curug waktu itu. Beginilah suasana pagi hari di areal curuk cijalu.

kira kira jam sepuluh kami meneruskan perjalanan menuju ”Gunung Sunda”…

Tunggu dulu, kok jadi gunung sunda, kan tujuan kita gunung burangrang…? Ternyata oh ternyata…, informasi yang kami dapat dilapangan sangat jauh berbeda dari pandangan kami tentang gunung burangrang.

Kami harus melalui gunung sunda terlebih dahulu untuk menuju gunung burangrang. Tanpa buang waktu kamipun bergegas menuju puncak gunung sunda. Baca lebih lanjut

Perang Bubat: Obsesi vs Harga Diri

Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M.

Pernikahan Hayam Wuruk

Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara. Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Dimana Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit adalah keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal yang bersuamikan Rakeyan Jayadarma menantu Mahesa Campaka. Rakeyan Jayadarma sendiri adalah kakak dari Rakeyan Ragasuci yang menjadi raja di Kawali. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran. Dengan demikian Prabu Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar putri Citraresmi. Baca lebih lanjut

Istana Ratu Boko

ratuboko

Istana Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan komplek sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50km barat daya Kota Surakarta. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25ha.

Situs ini diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja).

0827wis3

Nama “Ratu Boko” sendiri didasarkan dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (harafiah berarti “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang (yang diberikan menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan).

Secara administratif, candi ini berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200m di atas permukaan laut.

Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.

Baca lebih lanjut